Selasa, 23 September 2014

Makalah PT. SUMBER ALFARIA TRIJAYA Tbk




PT. SUMBER ALFARIA TRIJAYA TBK

 









Disusun oleh :
LASTRI IRA NINGSIH

               

BAB I. PENDAHULUAN

Perkembangan industri bisnis di Indonesia begitu sangat pesat,namun tidak seiring informasi yang menunjang,sangat sulit mencari informasi  perkembangan bisnis di dunia internet.banyak di dunia bisnis yang infonya dapat disearching google  kebanyakan dalam internet  ikalan yang tidak ada hubungan dengan informasi yang kita cari bisnis menengah  secara   umum   adalah  kegiatan usaha menjual aneka barang atau jasa dan  bersentuhan  langsung pada kosumen atau customer secara umum usaha  tidak  membuat barang dan tidak menjual ke pengecer lain akan    tetapi   dalam praktik usaha bisnis modern saat ini tidak tertutup kemungkinan banyak pengecer kecil membeli di gerai agen-agen,mengingat perbedaan  harga yang muncul pada waktu-waktu promosi tertentu yang dilakukkan oleh usaha besar.bisnis usaha di Indonesia secara umum dapat diklasifikasi menjadi dua modern dan tradisional .usaha modern sebenarnya merupakan pengembangan dari usaha kecil tradisional,yang para praktiknya mengaplikasikan kosep  yang modern,pemanfaatan tehnologi dan akomodasi perkembangan gaya hidup dimasyarakat(konsumen) sehari-hari.

Semakin banyak perusahaan menawarkan produk barang dan jasa maka konsumen  memiliki pilihan yang banyak,dengan demikian kekuatan tawar menawar konsumen semakin besar oleh karena itu, perusahaan harus mengetahui apa kebutuhan dan keinginan konsumen,kemudian berusaha untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan tersebut hasil pemasaran suatu perusahaan dapat dijadikan sebagai salah satu alat untuk maju dan mundurnya perusahaan.harapanya pelanggan diyakini mempunyai peranan yang besar menentukan kualitas produk dan kepuasaan pellanggan,penelitian ini memilih alfamart sebagai obyek penelitian karena konsep  perdagangan eceran yang diciptakan oleh alfamart yang dirancang untuk memuaskan para konsumen ditambah dengan fasilitas-fasilitas pelengkap seperti tenant,parker gratis bahkan adanya diskon berbelanja dengan menggunakan kartu aku,maka alfamart benar-benar merupakan suatu alternative tempat berbelanja keluarga,alfamart memulai sejarahnya berdiri sebagai perusahaan dagang produk DJOKO SUSANTO dan keluarga yang kemudian mayoritas kepemilikan  dijual kepada PT.SAMPOERNA pada desember 1989. struktur kepemilikan  berubah menjadi 70%,PT SAMPOERNA tbk dan 30% PT.SIGMANTARA ALFINDO(keluarga DJOKO SUSANTO) alfamart pertama mulai beroperasi  di jl.beringin jaya ,karawaci,tangerang.banten,jumlah alfamart bertumbuh pesat hingga mei 2011, jumlah gerai alfa sebanyak 4000unit gerai,jumlah gerai sebelumnya menargetkan bias membuka 600gerai.hingga tahun lalu,jumlah gerai mereka sebanyak 3.373 alfa akan mengembangkan pembukaan di beberapa wilayah Indonesia timur.

Menurut SURANTO dan ANAND MIFTACHUR RIZA(2005) dalam konteks kepuasaan pellanggan tentang apa yang akan diterimanya.dengan demikian harapan pellangan yang melatar belakangi mengapa dua organisasi bisnis yang berbeda oleh pelanganya dirumuskan factor apa yang membedakan perilaku dalam membeli.

Menurut suryamojo(2006) dalam keyataanya koperasi pegawai yang belum mampu mencapai tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang diharapkan,apalagi untuk dapat bersaing  dengan pelaku usaha yang lain. Berbagai faktor yang mempengaruhi jumlah dan berkembang koperasi misalnya:kualitas keangotaan,peluang usaha serta memecahkan masalah yang muncul,sehingga pengelolaan koperasi tidak lepas dari pemenuhan kebutuhan para anggotanya maupun kebutuhan sekitarnya.masih senatiasa berusaha  meningkatkan kualitas pelayanan kepada paraangotanya sebagai konsumen.dengan melakukkan strategi pemasaran yang baik serta mempelajari beragam karakteristik perilaku konsumen.







1.1 LATAR BELAKANG

 Minimarket alfa adalah usaha menengah yang diraih dengan asset yang standard tidak melewati seperti kebutuhan primer ,sekunder selebihnya semacam supermarket dan hypermart .tapi kini pertumbuhan usaha bisnis semakin pesat utuk itu kami selaku kelompok ingin mengetahui dan mempelajari system informasi dan memajang barang yang dijual yang berada didalamnya. Dengat melakukan riset setidaknya kelompok kami mengamati, melihat mempelajari ,memperhatikan walaupun sekedarnya,dan memperaktekan system-system yang ada.

1.2  Maksud dan tujuan
Maksud dan tujuan penulis ini adalah agar bias bermanfaat bagi penulis dan pembaca dengan adanya tugas riset ke instansi kepihak swasta diharapkan mahasiswa dapat mengimplementasikan kedalam dunia usaha pada saat selesai study nanti serta dapat menambah pengalaman dan pengetahuan yang setidak nya untuk kami ataupun rekan-rekan kami.ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan kesempatan untuk melakukkan riset pembelajaran kami di perusahaan swasta.





BAB II. PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Perkembangan Alfamart

Alfamart adalah sebuah brand minimarket peyediaan kebutuhan hidup sehari-hari oleh PT.sumber alfaria trijaya,tbk. Pada tahun 1989 merupakan awal berdirinya alfamart,dengan mulainya usaha dagang rokok dan barang –barang konsumsi oleh DJOKO SUSANTO dan keluarga yang kemudian mayoritas kepemilikanya dijual kepada PT.HM Sampoerna pada tahun 1989.pada tahun 1994 struktur kepemilikan berubah menjadi (70%) dimiliki oleh PT.HM Sampoerna tbk dan (30%) dimiliki oleh PT.Sigmantara alfindo(keluarga djoko susanto)
PT.Alfa minimart utama(amu) didirikan pada tanggal 27 juli 1999,dengan pemegang saham PT.Alfa retailindo,tbk sebesar (51%) dan PT.Lancar distrindo sebesar sebesar (49%),PT.Alfa minimart utama(amu) ini kemudian membuka alfa minimart pada tanggal 18 oktober 1999 berlokasi jalan beringin raya,karawaci.tangerang.
Pada tanggal 27 juli 2002,PT HM Sampoerna tbk secara resmi merestrukturisasi kepemilikanya sahamnya diPT.Alfa retailindo yang semula (54,40%) dikurangi menjadi(23,4%) disisi lain,perusahaan rokok terbesar kedua di Indonesia akan mulai mengarap serius pasar minimarket yang selama ini belum tergarap melalui alfa.
Pada tanggal 1 agustus 2002,kepemilikan beralih ke PT. sumber Alfaria trijaya dengan pemegang saham PT.HM Sampoerna ,tbk sebesar (70%) dan sigmantara alfindo sebesar (30%) kemudian nama alfa minimart diganti menjadi alfamart pada 1 januari 2003.pada tahun 2005 jumlah gerai alfamart bertumbuh pesat menjadi 1.293 gerai hanya dalam 6 tahun semua took berada dipulau jawa.

awal  tahun 2006 PT.HM sampoerna,tbk menjual sahamnya,sehingga struktur kepemilikan menjadi PT. Sigmantara alfindo(60%)dan PT.cakrawala mulia prima(40%) mendapat sertifikat Iso9001:2000 untuk system manajemen mutu”
petengahan 2007 Alfamart,sebagai jarang minimarket pertama diindonesia yang memperoleh sertifikat Iso 9001:2000 untuk system manajemen mutu.jumlah gerai mencapai 2000 toko dan telah memasuki pasar lampung.
Awal 2009 menjadi perusahaan public tgl 15 januari 2009 dibursa efek Indonesia disertai dengan penambahan jumlah gerai mencapai 3000 toko dan juga memasuki pasar bali. 



·        

2.2 VISI, MISI DAN BUDAYA

 VISI
Menjadi jaringan distribusi retail terkemuka yang memiliki oleh masyarakat luas berorientasi kepada pemberdayaan usaha kecil,memenuhi kebutuhan,harapan konsumen,serta mampu bersaing global.
.
 Misi
1.   Memberikan kepuasan pada pellanggan /konsumen dengan berfokus pada  produk pelayanan yang berkwalitas unggul.
2.   Selalu menjadi yang terbaik  dalam segala hal yang dilakukkan dan selalu menegakkan tingkah laku/etika bisnis yang tertinggi.
3.   Ikut berpartisipasi dalam membangun negara dengan menumbuh-kembangkan jiwa wisatawan dan kemitrausahan.
4.   Membangun organisasi global yang terpercaya,tersehat dan terus bertumbuh dan bermanfaat bagi pelanggan,pemasok,karyawan,pemegang saham dan masyarakat umum.






Budaya Kerja Alfamart

Integritas tinggi
Inovasi untuk kemajuan lebih baik.
Kualitas&produktivitas yang lebih tinggi.
Kerjasama time.
Kepuasan pelanggan melalui standar pelayanan yang baik.
Motto “belanja puas,harga pas”

2.3 Tugas dan Tanggung Jawab Store Crew
ü  Memberikan pelayanan kepada pelanggan
ü  Melaksanakan kebersihan
ü  Mempersiapkan sarana kerja yang diperlukan
ü  Melakukan pengawasan dan pencegahan barang hilang
ü  Menerima penitipan barang
ü  Melakukan transaksi penjualan barang
ü  Pemanjangan barang (Display)
ü  Persiapan return barang
ü  Informasi dan penawaran program promosi
ü  Stock opname (Perhitungan barang)
ü  Penyebaran leflet
ü  Menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitar toko



2.4 Pengertian stock opname, Return dan Display
Stock Opname
Stock opname adalah istilah lain dari penghitungan fisik persediaan. Tujuan diadakannya stock opname adalah untuk mengetahui kebenaran catatan dalam pembukuan, yang mana merupakan salah satu fungsi sistem pengendalian intern (SPI).
           Dengan diadakannya stock opname maka akan diketahui apakah catatan dalam pembukuan stock persediaan benar atau tidak. Jika ternyata ada selisih antara stock opname dengan catatan pada pembukuan, kemungkinan ada transaksi yang belum tercatat, atau bahkan ada kecurangan yang berkaitan dengan persediaan.
           Stock opname biasanya diadakan setiap akhir tahun, tetapi kalau perusahaan dengan SPI yang lebih rapi, stock opname biasanya dilakukan tiap triwulan atau caturwulan. Stock opname bukan hanya untuk persediaan perusahaan. Stock opname juga semestinya dilakukan untuk kas, aktiva, piutang, hutang. Tetapi, perusahaan biasanya hanya melakukan stock opname untuk persediaan barang dan kas. Untuk perusahaan manufaktur, stock opname persediaan barang dilakukan untuk persediaan bahan baku, bahan penolong, barang setengah jadi, dan barang jadi.
           Untuk pengendalian Intern, stock opname dilakukan oleh petugas yang bukan merupakan petugas pencatat persediaan, dalam perusahaan biasanya ada petugas audit tersendiri.Jika setelah dilakukan stock opname terjadi selisih maka perlakuan selisih ini biasanya sesuai kebijakan perusahaan. Jika selisih kurang, kekurangannya ini dibebankan perusahaan maka bagian pembukuan membuat jurnal penyesuaian. Tapi jika kebijakan perusahaan mengharuskan petugas persediaan yang harus mengganti kekurangan persediaan maka tidak perlu ada jurnal penyesuaian, kecuali harga untuk penggantian tidak sama dengan harga pokok persediaan.
Jurnal jika selisih kurang dibebankan perusahaan :
Biaya Lain-lain Rp XXX
Persediaan  Rp XXX
Jika ternyata terjadi selisih lebih pada persediaan barang atau kas maka yang harus dilakukan adalah mengecek kembali catatan bila kemungkinan ada transaksi yang belum dicatat. Untuk selisih kurang pun juga harus dilakukan hal yang sama. Jika ternyata setelah di cek ulang tidak ada transaksi yang terlewatkan maka atas selisih lebih dilakukan jurnal penyesuaian. Jurnalnya yaitu :
Persediaan  Rp XXX
Penghasilan lain-lain  Rp XXX

Retur Penjualan Dan Sebab Barang diretur Serta Pengaruhnya


Dalam dunia penjualan, kita sering mendengar istilah retur penjualan, Apalagi bagi seorang tenaga penjualan atau sales pasti akan sering mendengar istilah tersebut. Sebelum melanjutkan pembahasan tentang retur, Tidak ada jeleknya kalau kita mengerti dulu apa itu retur penjualan. Definisi atau pengertian retur penjualan :
Barang dagangan yang diterima kembali oleh fihak pemasok atas pengembalian barang dari fihak pengorder karena suatu alasan dan atau sebab tertentu. Beberapa alasan atau sebab kenapa barang dilakukan retur. Barang rusak atau cacat. Barang tidak sesuai pesanan. Barang tidak laku ditoko. Untuk Barang rusak atau cacat dan barang tidak sesuai pesanan memang sewajarnya diretur atau ditukar, kenapa..?
1. Untuk barang rusak atau cacat memang semestinya harus diretur, karena jika barang tetap dipaksakan untuk dijual dengan harga normal akan berpengaruh terhadap kredibilitas toko maupun produsen.
2. Untuk barang tidak sesuai pesanan, sewajarnyalah toko meretur atau mengembalikan produk tersebut, karena memang toko tidak menginginkan produk bersangkutan.
Yang jelas akan menjadi resiko toko, dimana toko akan membayar barang dagangan yang perputaran penjualannya lambat atau bahkan tidak laku. Lalu apa pengaruhnya terhadap produsen jika menolak retur untuk produk tidak laku tersebut.
1. Untuk saat tersebut memang menguntungan, dimana produsen tidak akan kebebanan potongan dari retur untuk pembayaran tagihannya, Jadi pembayaran yang diterima penuh sesuai tagihan.
2. Untuk waktu akan datang mungkin akan menjadi masalah, inilah yang perlu kita perhatikan dan dipertimbangkan oleh produsen.









2.5 STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

















BAB III. Kesimpulan

 
          Dari pembahasan diatas dari kelompok kami kami simpulkan bahwa system informasi manajemen dapat diketahui dan wajib diketahui walaupun sedikit demi sedikit.seluruh mahasiswa/I agar tidak salah jika ingin mengambil suatu keputusan baik untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar